Let it go..

“berkumpul dengan yg tidak disuka

berpisah dengan yg disayang

itulah dukkha”

Jika aja aku gak ngalami perasaan sedih karena rasa sepi yg kurasakan sejak tinggal di Borneo sini, aku gak mau posting kalimat itu, meskipun itulah kebenarannya, seperti yg telah Sang Buddha nyatakan beribu-ribu tahun lalu.

Oh my godness, i’m so sad today, but not all the day. Setelah ‘duduk diam’ beberapa menit, tiba-tiba desakan rasa sedih menghampiriku. Terbayang wajah orang-orang yg kukasihi, teman-teman yg kutinggalkan, dan hal-hal yg pernah dan bisa kulakukan kalau tidak berada di sini. There’s so many tears was drop from my eyes.

Hidup ini jadi berat. Aku tertarik untuk kembali ke masa lalu, dan ingin sekali pergi dari kondisi sekarang. Yah, aku menolak, membenci, menentang hal-hal yg tidak kusukai di tempat ini, orang-orang yg iri dan tidak bersimpati padaku – dan aku ingin kembali ‘memeluk’ hal-hal lama yg indah, yg terpaksa kutinggalkan. Menolak yg tidak disukai, menginginkan lagi yg disukai. Suka.. tidak suka. Fiuh..

I’m so tired. That’s truly never ending journey..

Even Buddha has been told us about the path to escape from this – samsara, and I know how to deal with it, but sometimes it’s hard to do. Because I forget to let it go, and just ‘hug’ the problems, how matter big it is.

Let it go, please..

Advertisement

4 Responses so far »

  1. 1

    Sumedho said,

    that’s the samvega. Appamadena sampadetha

    • 2

      kusalacitta said,

      Yup. Appamadena sampadetha..
      Harus berjuang.. dari rasa down sekarang ini.
      Semua akan berlalu.. rasa sakit, rasa suka.
      Aku harus bisa melepas ego, menyadari sang atta yg masih amat tebal.
      Fiuh.. benar-benar banyak kotoran batinku :(
      Menulis seperti ini, semoga bisa melunturkan rasa ego-ku, walaupun terselip rasa malu karena dikalahkan sang atta.
      But, that’s okay.
      That’s me. Begitulah realitasnya.

      Makasih ko buat komentarnya.

  2. 3

    ocha said,

    seringkali kita merasa, semua saat lebih indah kecuali saat ini. tapi jika kita udah di masa depan, bisa jadi kita malah bersyukur karna dapat pengalaman gak enak yang bisa kita jadikan pelajaran atau ambil hikmahnya. so…stay cheers, nin. percayalah akan rencana Tuhan… :)
    semua indah pada waktunya…
    miss you, my friend.. ^_^

    • 4

      kusalacitta said,

      iyah iig.. makasih yah supportnya :)

      hidupku adalah hidupku, jadi mau jadi bagaimana aku, tergantung sekarang ini. dan hidupku sekarang disini.. mau bagaimana lg kalo ndak melakukan yg terbaik.

      aku ndak bisa maksa orang utk suka, menghargai, atau melakukan hal baik untukku. dan mereka jg ndak bisa maksa aku utk jadi seperti yg mereka harapkan. jadi biarlah.. let it go.. :D

      selama ini kesulitan juga masih bisa keluar, kali ini aku ‘disuruh’ belajar sabar.. mgk kesabaranku tipis utk hal-hal tertentu, so maybe this is the time :)

      … dan aku sangat-sangat bersyukur masih terima banyak nasehat dari teman-teman.. miss you too, my friend ^_^

      love u all ^__^


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.